6 Cara Mencegah Penipuan Belanja Online

Penipuan Belanja Online kini memang semakin marak, adanya transaksi digital dalam jumlah yang banyak dan merubah sistem transaksi yang semula jual beli fisik (manual) menjadi versi digital (online) menjadikan lahan yang dimanfaatkan bagi para pelaku penipuan berkedok bisnis online.

Sistem Transaksi yang beraneka ragam seperti, Cash on Delivery (COD), melalui jasa pihak ketiga, melalui marketplace, e-commerce, dan sistem bayar duluan ataupun belakangan tidak menjamin bahwa transaksi bisnis online anda menjadi aman, terlebih grand design interface yang memang selalu update namun pelaku kejahatan cyber crime sudah lebih menguasai dibanding sistem transaksi yang digunakan oleh pebisnis online tersebut.

Rata-rata mereka sudah menguasai sistem sedemikian rupa, baik sistem komputerisasi terstruktur, sistem jaringan, data mining, sistem bayar duluan dan belakangan, sampai juga sistem hipnotis jika pembayaran dilakukan secara cash on delivery (COD). Nah untuk mencegah hal-hal yang harus kita hindari dalam penipuan transaksi jual beli online, berikut tips bagaimana caranya untuk mencegah penipuan bisnis online.

1.Seberapa pentingkah barang yang akan dibeli

Langkah pertama yang perlu diperhatikan untuk mencegah penipuan bisnis online adalah menyadari diri sendiri untuk seberapa pentingkah kita akan memulai belanja online, jika memang barang yang akan kita cari sudah tidak terdapat di toko fisik, atau tidak ada dilingkungan rumah, silahkan anda mengorder melalui online.

2. Jika COD, lakukan di tempat ramai

Hal ini penting untuk membantu anda pada posisi yang tidak disukai penipu, usahakan anda mengajak transaksi via COD ditempat yang ramai seperti mall, pusat kota, area gedung perkantoran, dll. Hal ini dapat mencegah penipu untuk melakukan tindakan penipuan secara langsung.

3. Hindari sistem pembayaran di depan

Transaksi ini masih didapati berada di penjualan-penjualan marketplace dalam skala kecil, seperti penjualan jasa pada umumnya. Para penipu biasanya melakukan promosi besar-besaran namun barang yang dijual kebanyakan adalah fiktif, jadi hal ini harus dihindari meskipun tidak semua sistem pembayaran ini terdapat sistem yang mencurigakan.

4. Simpan Bukti/ Struk jika Transaksi melalui Bank

Baca juga: Cara Melaporkan Penipuan Belanja Online

Jika terjadi hal yang tidak dinginkan, anda dapat menggunakan bukti/struk transaksi melalui Bank untuk dapat di tindaklanjuti oleh pihak bank maupun pihak kepolisian, maka dari itu simpan baik-baik bukti/struk transaksi ini ya.

5. Minta Data Valid Penjual/Pembeli

Jika anda belum kenal dengan si penjual/pembeli, pastikan anda telah meminta data pribadi si penjual/pembeli tersebut, memang jika menggunakan marketplace besar macam tokopedia, shopee, lazada,dll anda akan mendapatkan informasi yang tertera di display penjualan. Akan tetapi kalian harus tetap waspada akan hal yang tidak diinginkan, maka dari itu pentingnya data penjual/pembeli baik berupa alamat sampai dengan nomor telepon.

6. Tetap Waspada dengan Pengiriman Barang melalui Kurir Ojol.

Hingga 2 bulan terakhir ini, banyak sekali keluhan yang diterima oleh para pembeli yang memanfaatkan belanja online di marketplace dengan pengiriman barang melalui kurir ojek online (ojol), memang benar mereka terdaftar resmi di lembaga bonafit macam grab, gojek. Namun, pada realitas yang terjadi terakhir-akhir kini ada sedikit yang mengeluh bahwa barang yang dipesan tidak sampai tapi laporan yang diterima di aplikasi, barang tersebut sudah diterima tanpa diketahui identitasnya, jadi kalian mesti hati-hati dengan hal tersebut ya, harus ada koordinasi dengan si penjual barang untuk mendapatkan driver/kurir ojol yang dapat dipercaya, kalau perlu di photo orangnya dan dimintakan identitasnya dulu.

You May Also Like

About the Author: duniacm

Leave a Reply

Your email address will not be published.