Tips Memulai Usaha Warung Sembako Untuk Pemula

Duniacm.comTips Memulai Usaha Warung Sembako Untuk Pemula – Sembako adalah singkatan dari nine staples. Sebagai bahan pokok, tentunya warung makan sangat dibutuhkan oleh banyak orang setiap saat.

Di setiap lingkungan perumahan, setidaknya satu toko kelontong harus ditemukan. Salah satu alasannya adalah permintaan 9 bahan ini yang tidak pernah berkurang.

Bisnis ini terkadang diremehkan. Tetapi bisnis yang tampaknya sepele ini tidak boleh diremehkan. Jika dikelola dengan baik, bisnis ini dapat memberikan manfaat yang besar.

Baca juga : 5 Tips Ahli Mengelola Arus Kas sebagai Bisnis Baru

Apakah anda tertarik dengan bisnis grosir?

Bisnis makanan dapat dijalankan oleh siapa saja, bahkan pemula.

Jangan bingung untuk memulai, berikut adalah tips membuka bisnis sembako untuk dijual dan manfaat yang kami sajikan khusus untuk anda.

1. Rencana Bisnis

Setiap bisnis kecil harus dimulai dengan perencanaan yang matang. Sama halnya dengan bisnis grocery. Meski terlihat mudah, memulai bisnis toko tidak bisa sembarangan.

Jangan biarkan Anda masuk tanpa rencana yang akan menyebabkan kerugian di masa depan. Pelajari dulu seluk beluk cara memulai bisnis makanan pokok.

Pastikan Anda sudah memahami hal-hal yang perlu dipersiapkan, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat bisnis, dan lain sebagainya.

Rencanakan langkah-langkah yang akan Anda ambil.

Mulai dari perencanaan riset atau survei pasar, mencari pemasok barang dagangan, menghitung modal, dan mempersiapkan persaingan dengan pedagang yang sudah memulai lebih awal dari Anda.

Baca juga : Tips dan Cara Mudah Menjadi Broker Saham Terbaik

Pikirkan juga di mana Anda akan memulai bisnis anda. Apakah anda akan menyewa ruko atau memanfaatkan ruang kosong di rumah?

Karena menjual bahan makanan juga bisa dikatakan bisnis yang cocok untuk ibu rumah tangga.

Bisnis makanan tidak semudah yang dibayangkan. Namun dengan perencanaan yang detail, akan lebih mudah bagi Anda untuk maju karena Anda sudah siap.

2. Lakukan Riset Pasar

Setelah membuat perencanaan rinci, selanjutnya Anda perlu melakukan riset pasar. Riset pasar atau survei bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peluang anda untuk masuk ke bisnis ini.

Apa yang harus Anda cari dalam survei pasar?

Carilah kemungkinan persaingan dengan bisnis serupa atau toko yang lebih modern seperti toko serba ada dan supermarket.

Cari juga kemungkinan siapa saja yang akan menjadi target pasar Anda. Juga melakukan wawancara kecil untuk mengetahui respon masyarakat jika Anda membuka toko kelontong.

Jika komunitas menyambut, lanjutkan dengan menanyakan kebutuhan apa yang harus anda sediakan di toko.

Baca juga : 7 Cara Bertumbuh dari Wirausahawan Cerdas Menjadi Wirausahawan

Juga belajar tentang budaya dan adat istiadat masyarakat setempat. Misalnya, apakah komunitas di sekitar lokasi toko Anda memiliki kebiasaan utang atau tidak.

Apa pun yang memengaruhi bisnis Anda harus dipahami. Jadi Anda dapat menemukan solusi dan langkah terbaik untuk menyiasatinya.

Misalnya, jika Anda memulai bisnis di desa, kira-kira kebutuhan seperti apa yang dibutuhkan di desa. Itu juga perlu dipikirkan.

3. Perhitungan modal yang tepat

Hitung modal dengan cermat sebelum Anda mulai berbelanja untuk kebutuhan toko.

Ingat, Anda tidak hanya menghitung barang dagangan. Tetapi Anda juga perlu memperhitungkan kebutuhan operasional.

Apakah Anda akan menyewa toko atau menggunakan rumah sebagai tempat usaha? Butuh renovasi? Barang apa yang harus dibeli untuk menempatkan barang dagangan?

Catat semua kebutuhan modal, anda bisa melihat tips mengelola keuangan usaha kecil, untuk memberi gambaran bagaimana pengelolaan keuangan usaha kecil.

Anda juga dapat menggunakan aplikasi Manajemen Keuangan, salah satu contohnya adalah BukuWarung, Anda dapat dengan mudah dan praktis mencatat keuangan bisnis anda, baik itu pendapatan, pengeluaran hingga hutang usaha.

Anda dapat mengunduh aplikasi BukuWarung secara gratis di Playstore.

Setelah semuanya dihitung, maka Anda memperhitungkan barang dagangan apa yang berpotensi untuk dijual. Di awal pembukaan toko, persediaan barang-barang dasar terlebih dahulu.

4. Perhatikan Tata Letak Barang

Tata letak barang menjadi sangat penting di toko kelontong. Jika Anda mengaturnya secara teratur, tentu toko terlihat lebih rapi.

Anda juga akan lebih mudah menemukan item saat mencarinya. Agar terlihat rapi, gunakan Etalase dan rak untuk menempatkan barang dagangan.

Pisahkan item sesuai dengan kelompoknya. Jangan mencampur makanan dengan sabun.

5. Perhatikan Kebersihan Toko

Tips membuka warung kelima adalah dengan memperhatikan kebersihan toko. Toko yang bersih membuat pembeli dan juga Anda merasa lebih nyaman.

Calon pembeli akan lebih tertarik pada toko yang memperhatikan kebersihan lingkungan. Selalu bersihkan toko sebelum Anda membukanya. Periksa dan pastikan semuanya ada di tempatnya.

Dengan memperhatikan kebersihan dan kerapian, Anda juga mencegah hewan seperti kecoa dan tikus bersarang di toko.

6. Pilih bahan makanan berkualitas

Bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dikelompokkan ke dalam beberapa kelas. Kelas ini dibuat berdasarkan kualitasnya.

Sebaiknya, Anda menjual bahan makanan dengan kualitas terbaik. Barang dengan kualitas yang lebih baik akan disukai oleh pelanggan meskipun harganya relatif lebih tinggi.

Anda juga bisa menyediakan merchandise dengan dua kualitas yang berbeda, hal ini bisa anda lakukan jika Anda tidak ingin pelanggan pindah ke hati yang lain karena harganya lebih mahal.

Biarlah pembeli yang memilih barang berdasarkan kualitas dan kemampuannya. Anda juga harus menjaga kejujuran dengan pelanggan. Katakanlah kondisi dan kualitas barang didasarkan pada fakta.

Jika Anda ingin mendapatkan barang berkualitas tinggi dengan harga murah, temukan pemasok yang tepat. Anda bisa mencari pemasok di pasar atau meminta rekomendasi dari sesama pemilik warung makan.

You May Also Like

About the Author: Yasep Novian

Leave a Reply

Your email address will not be published.